Kendari, Lintas21.com - Tim dosen Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo Kendari, menggelar pelatihan pengawetan ikan tongkol menggunakan asap cair batok kelapa pada mahasiswa dan alumni Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo Kendari, di Laboratorium pengembangan Pendidikan Kimia, Sabtu (14/9/2024).
Kegiatan tersebut bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat internal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo Kendari.
PKM itu mengusung tema "Mengembangkan Kemampuan dan Keterampilan dalam Berwirausaha", yang diinisiasi oleh tim dosen program studi Pendidikan Kimia, Universitas Halu Oleo. Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa dan alumni Pendidikan Kimia.
Ketua Tim PKM internal, Esnawi menerangkan PKM ini merupakan pengabdian internal di lingkup Pendidikan Kimia FKIP UHO. Dimana sasaran adalah para mahasiswa maupun alumni dari Pendidikan Kimia itu sendiri.
"Kegiatan ini dilaksanakan untuk informasi cara pengawetan ikan tongkol dengan metode modern, sehingga kelak dapat dimanfaatkan di daerah asal dimana mereka tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat khususnya nelayan tradisional," terangnya.

Mengapa, pihaknya mengambil ikan tongkol sebagai bahan yang diawetkan karena selain melimpah di Sultra, juga memiliki kaya protein.
Metode pengawetan yang digunakan kata dia dengan asap cair melalui perendaman, penirisan, pengovenan dan pengemasan dengan vacum dapat memberian tingkat pengasapan yang lebih baik, umur simpan ikan asap lebih lama dan menambah daya tarik masyarakat untuk mengkonsumsi ikan asap yang higienes.
Sementara, anggota tim PKM Rahmanpiu memberikan edukasi kepada para peserta pelatihan terkait bagaimana prosedur pembuatan asap cair dari batok kelapa. Selain itu, dirinya juga menunjukkan alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan asap cair secara efisien.
Bukan itu saja, pihaknya juga menceritakan terkait keunggulan asap cair yang dapat dimanfaatkan untuk pengawetan ikan tongkol.
Tim dosen juga menunjukkan secara langsung kepada para peserta pelatihan bagaimana metode pengawetan ikan tongkol menggunakan asap cair.
Menurutnya, selama ini masyarakat melakukan pengasapan ikan secara tradisional, sehingga kualitasnya belum dapat dikontrol dengan baik. Maka pengawetan ikan tongkol menggunakan asap cair ini, kata dia dapat dijadikan solusi dalam ketahanan ikan asap.

"Keunggulannya, ikan tonkol yang diawetkan dengan asap cair hasil kajian kami dapat disimpan selama 6 bulan, dengan pengemasan tertentu," katanya.
Dari sisi rasa dan tekstur, kata dia jika dibandingkan dengan ikan tongkol yang diawetkan dengan air garam maka sangat berbeda. Ikan tonkol dengan pengawetan menggunakan asap cair yang di bakar, bau lebih harum, tektur lembut dan lebih gurih. Berbeda dengan yang diperlakukan biasa.
Maka dengan PKM ini diharapkan sesuai visi Pendidikan Kimia saat itu dapat melahirkan mahasiswa-mahasiswa yang berjilbab wirausaha. Selain itu, mahasiswa bisa mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk membacakan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan yang ketiga juga mahasiswa bisa mengembangkan untuk model-model pembelajaran kedepannya.
Diketahui, tim dosen yang tergabung dalam PKM internal tersebut yakni Ketua: Esnawi, S.Pd., M.Pd, Anggota: Dr.Rahmanpiu, S.Pd., M.Si, Dr.Abraham Rahman, S.Pd., M.Si, Dr.La Harimu, S.Pd., M.Si, Fatahu, S.Pd., M.Si, Nada Shofa, S.Pd., M.Pd, Ekacahyana Mandasari, S.Pd., M.Sc, dan Wa Ode Alkamalia, ST.M.Pd.