Kendari - Jantung menjadi salah satu organ sangat vital manusia. Penyakit jantung menjadi pembunuh yang kapan saja datang atau secara tiba-tiba, dan tidak dapat diprediksi kapan tibanya oleh pemiliknya.
Hal itu diuangkapkan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Sultra, dr. Sjarief Subidjakto saat memperingati Hari Jantung Sedunia di pelataran Eks MTQ, Minggu (28/9/2025).
Dia bilang Hari Jantung Sedunia mulai diperingati sejak tahun 1999 oleh World Heart Federation (WHF) dan World Health Organization (WHO). Tujuannya, mengingatkan dunia bahwa penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia.
“Di Sulawesi Tenggara, saat ini terdapat 11 dokter spesialis jantung yang menjadi garda terdepan dalam pencegahan kematian akibat penyakit jantung. Serangan jantung disebut silent killer karena datang tiba-tiba tanpa memberi tanda. Karena itu, melalui momentum ini kami ingin terus mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan jantung,” jelasnya.
Ia juga menuturkan, sejak Juli 2025 PERKI Sultra telah aktif melakukan kampanye kesehatan melalui berbagai saluran media, mulai dari TVRI, Kendari TV, hingga media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Seluruh upaya tersebut ditujukan untuk mendorong masyarakat agar semakin peduli dengan kesehatan jantung.
Peringatan Hari Jantung Sedunia 2025 di Sulawesi Tenggara melalui Jantung Sultra Run dan rangkaian kegiatan lainnya tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, namun juga momentum untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga jantung berarti menjaga masa depan
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling, menghadiri peringatan Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Jantung Sultra Run, senam bersama, serta pemeriksaan kesehatan gratis. Acara berlangsung meriah di Pelataran eks MTQ Kendari pada Minggu, 28 September 2025.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Kendari sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan jantung masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga kesehatan jantung.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, menekankan pentingnya menjaga kesehatan jantung sebagai pusat metabolisme tubuh. Ia menggambarkan jantung sebagai pompa utama yang apabila terganggu, maka aliran darah, oksigen, dan nutrisi ke seluruh tubuh akan terhambat.
“Peringatan ini mengingatkan kita betapa sehat itu penting. Sehat itu penting, sehat itu penting. Konstitusi menegaskan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, artinya kita butuh akal, budi, dan kesehatan. Kalau punya akal dan budi tapi tidak sehat, hidup akan susah,” ungkapnya.